The First Shopping

November 12th, 2008

Pertama kalinya shopping buat si Bebek..

Minta tolong dibeliin kemeja putih garis buat kerja. Gara-gara kesibukan barunya jadi baby sitter untuk Mr J, Bebek gak sempet nyuci dan setrika. Mungkin ini juga gara-gara Jumat, Sabtu dan Minggu lalu, kita keseringan main bareng.. Mulai dari Spaghetti kepedesan, Brux, nonton, kondangan dadakan, pameran buku, plus nonton dadakan lagi.. Jadilah si Bebek bilang dia keabisan baju kerja..

Herannya, dalam jangka waktu yang sama, sang Kambing udah nyuci kalu gak 2 ya 3 kali.. hehehe.. Anyway gak bisa disamain lah Kambing ma Bebek..

Didorong rasa sayang (dan karena kebetulan si Wereng nawarin tumpangan ke Mall.. hehe) sang Kambing cabut untuk nyari kemeja pesenan.

Dan Ketemu..

Bukan satu,, tapi dua…

Penyakit belanja seperti biasa…

Pesenan Bebek cuma 89.000, kemeja satunya yang bikin sang Kambing gak bisa nahan diri, harganya 129.000. Lagian mikirnya kalu si Bebek dibooking Mr J sampai Sabtu, berarti kan paling enggak perlu 2 baju, atau 3 sekaligus… So, tak ada rasa bersalah sampai di depan cashier..

Merchant-nya BNI. Baguslah, sang Kambing bisa pakai debit card BNI dengan tenang.

Atau ternyata tidak..

Responnya time out.. Senyuman sang Cashier cukup menyesatkan dengan kata-kata “Ada kartu lain?”. Ada sih, tapi kepikiran juga jangan-jangan udah kedebet… Pamitlah sang Kambing untuk cek di ATM bawah..

Dan ternyata udah kepotong! 218.000 persis sejumlah belanjaan yang belom di tangan.. hehehe..

Singkatnya sih kurang lebih 2,5 jam itu dihabisin buat sedikit aktivitas belanja plus nongkrong di office Matahari Java. Ngobrol dengan mbak customer service yang baek (atau lebih tepatnya trauma dimarahin, saking seringnya kejadian begini…) Plus Managernya yang baek dan sabar, yang ngerelain telponnya (satu-satunya yang tanpa timer di Matahari) dipake bolak balik telpon customer service BNI yang nyebelin.. Bolak balik ditelpon malah dengan santainya hang up on her tanpa rasa berdosa.. Kasian banget mbak nya.. (Pada point ini sang Kambing lupa kalau dirinya sendiri harusnya juga lagi damsel in distress, untung belum punya suwami, mungkin bisa habis dimarahin, dibodobodoin, disembelih….)

Akhirnya sang Kambing cuma minta way out terbaik, karena kemeja harus dipake Bebek jeleknya pagi-pagi, dan nasib sial hanyalah sebuah bagian dari ketentuan Tuhan. Mungkin masih ada jatah anak yatim di harta kita yang kudu dibersihin. Daripada ntar ditagih di Neraka???. Yasudahlah sang Kambing bayar ulang cash 218.000 dengan janji dari pihak store, bahwa besok pagi akan ada suruhan pihak Matahari yang menguruskan pengembalian debet ke kantor dan ke BNI.

Pulang jam 20.00 kurang dikit, nenteng kantong belanja kecil seharga hampir setengah juta.. bukan baju Kambing pula.. hehehehe..

Tapi hati sang Kambing kok enteng banget ya?

Pagi harinya setelah ditinggal Bebek, sang Kambing cabut ke BNI untuk print out tabungan sesuai permintaan Store.

Dan ternyata..

218.000 sudah dikredit kembali ke rekening sang Kambing kemarin malam jam 20.00!!!!!!

Dan utusan Matahari Javanya juga tetap datang dengan polosnya tanpa merasa sudah menyelesaikan apapun…

Hehehe..

Apa ini cuma teguran Allah ya?

Hei Kambing… kamu sih kebanyaken pacaran.. kebanyaken main.. kebanyaken belanja..

Gitu kali ya?

Masa ya gitu?

Pokoknya my first shopping for beloved ugly duckling will not be easily forgotten..

PS: dan Kambing gak kapok belanja pakai kartu, gak suka bawa cash…

Perfect song for last night

October 26th, 2008

After last night, i wonder if Vanessa Carlton have met this duckling boy when she decided to wrote this song….

——————————————————–

Just a day, Just an ordinary day, Just trying to get by..

Just a boy, Just an ordinary boy, But he was looking to the sky..

And as he asked if I would come along, I started to realize

That everyday he finds just what he’s looking for,

Like a shooting star, he shines..

He said take my hand, Live while you can

Don’t you see your dreams lie right in the palm of your hand

And as he spoke, he spoke ordinary words

Although they did not feel, For I felt what I had not felt before, And you’d swear those words could heal

And as I looked up into those eyes, His vision borrows mine..

And I know he’s no stranger, For I feel I’ve held him for all of time

And he said take my hand, Live while you can

Don’t you see your dreams lie right in the palm of your hand

In the palm of your hand

Please come with me, See what I see

Touch the stars for time will not flee. Time will not flee. Can you see?

Just a dream, just an ordinary dream… As I wake in bed

And the boy, that ordinary boy

Or was it all in my head?

Did he asked if I would come along? It all seemed so real.

But as I looked to the door, I saw that boy standing there with a deal.

And he said take my hand, Live while you can,

Don’t you see all your dreams lie right in the palm of your hand

Just a day, just an ordinary day, Just trying to get by.

Just a boy, Just an ordinary boy.

But he was looking to the sky…..

Sang Kambing Jatuh Cinta?

October 21st, 2008

Sang Kambing nggak ngerti,

akhir-akhir ini hatinya lebih mendominasi dari pada otaknya.

Jadi inget seorang teman yang pernah komentar, bahwa sang Kambing termasuk salah satu betina paling rasional yang pernah dikenalnya selama ini. Well sepertinya hal itu tidak berlaku lagi.

Tapi sang Kambing sukaa..

Dan kali ini, sang Kambing nggak mau repot cerita ke sobat Wereng, Luwak, apalagi Codot yang suka ember dengan gosip-gosip tak bertanggung jawab… Malesss…

Sang Kambing pengen menyimpan perasaan ini sendiri..

^_^

Sang Kambing Vs Keledai

October 21st, 2008

Suatu pagi yang cerah, Sang kambing berangkat kantor dengan setengah ogah-ogahan.. Tahu bahwa hari ini kantor akan diperiksa habis-habisan oleh sebentuk Keledai dari seberang lautan. Walau udah diajak kembaran pakai batik, sang Kambing memilih pakai baju biasa, bercorak sih, tapi nggak batik banget gitu. Bukannya sang Kambing nggak punya batik, punya yang lucu dan seksi abis malah.., tapi sang Kambing nggak suka aja bela-belain cantik demi Keledai aneh yang udah bikin suasana kantor jadi kacau balau selama berminggu-minggu ini.

Bayangkan saja, demi menyambut tuntutan si Keledai, kantor berdandan habis-habisan. Mulai dari yang wajar seperti CCTV, terus Fingerprint ID (yang mewajibkan seluruh ruang depan direnovasi), lalu ID card (yang ini sang Kambing lumayan suka, soalnya sempat jadi fotografer dadakan dan bisa main-mainin tripod barunya bos), belanja lemari baru, buku-buku baru, mindahin ini itu (termasuk mindahin ruang meeting!), sampai yang agak “aneh” seperti mendadak mengakuisisi warehouse, supir, dan truk, bahkan satpam yang jelas-jelas milik perusahaan berbeda..

Repot deh kayak mau mantu… Belum termasuk kwajiban untuk setting double password dan screensaver aneh yang wajib muncul tiap 2 menit kompie nggak disentuh, mewajibkan re-entering password yang terbukti sangat sangat merepotkan (sang Kambing nekat ngeganti jadi 20 menit, dan berencana menonaktifkan screensaver segera setelah Keledainya cabut)

Hari pertama dijalani dengan tambahan bersih-bersih, karena secara ajaib ternyata si Keledai merubah jadwal kunjungan. Alhasil Satpam dadakan yang sudah mejeng di depan kantor jadi tak berguna dan memilih pulang ke perusahaan aslinya dulu. Tinggalah sang Kambing ketawa-ketiwi dengan sobat Wereng dan Luwak (sobat Codot nggak sempat ketawa ketiwi, sibuk angkat-junjung barang yang seakan tak ada habisnya). Diakhiri dengan peringatan penting soal seragam hari kedua yang nggak boleh salah warna, harus super rapi lengkap dengan sepatu dan ID card tergantung sejak dari rumah.

Menanggapi ini, hari kedua Sang Kambing menambahkan syal warna-warni cerah melingkari leher. Dengan alasan mencegah radang tenggorokan tambah parah (yang sebetulnya memang sering terjadi), sang Kambing jadi tetap bisa tampil beda. Hehehe..

Dari lantai satu sampai tiga, semua sibuk latihan sandiwara sampai saat yang ditunggu tiba, Keledainya datang..

Dan pulang setelah sepuluh menit yang tak berarti di lantai satu…

Rupanya Jadwal pesawatnya diajukan..

Dasar Jack-A**!!

Dan berakhirlah hari ini dengan tawa berderai. Sebagian besar menertawakan kejadian lucu dimana inspeksi tak sedetil yang dibayangkan, sebagian kecil menertawakan diri sendiri karena ironisasi penjajahan modern. Kok ya mau-maunya ya kita dikerjai sedemikian rupa oleh mereka ? Bayangkan berapa banyak waktu, biaya, dan tenaga yang kita habiskan, hanya untuk sepuluh menit yang nggak berarti. Kalau boleh bilang rugi, bodoh, dan penakut, mestinya sang Kambing menjadi pintar dan memilih diam untuk kemudian berbagi dengan yang lebih bisa diajak berbagi. Pulang untuk tidur diatas bantal empuk yang sarungnya didesain persis dengan bendera negara si Keledai yang juga sudah pulang…

Hey Jack-A**, I slept over your beloved flag. Well I thought it’s OK as you have never respect these flags the way we respect ours.

Note

September 5th, 2008

Is everything have to start all over again?

Same case, same test, bigger temptation..

God spare my life, if it’s not because of you i’ll be off the road by now..

And i don’t want that to happen

I really don’t

Back to Fitri (suppose to..)

October 16th, 2007

Back to work right after quite short Idul Fitri Holiday (I even still have time to check my emails in the middle of my holiday!)

Still about to think that there’s might be something missing within this Idul Fitri. But what? What exactly missing?

I still hear Takbir from every mosque; even though I’m not sure wether it comes from true human voices or just artificial voice from tape recorder..

I still see people goes for silaturahmi; even though most of them surely prefer to done it by sending sms, e-cards, emails, or postcards (this last one must be no longer popular as i know people will have to walk a bit to send it, most people will prefer to do "silaturahmi"  without even move from their seat, you know..)

I still see families gathering everywhere, but i’m not sure wether their hearts gather along with their phisically being.. (My own family gathering last about 3 to 4 hours, and one of my nephew even choose to go swimming better than meet and greet with his grandfathers along with the entire family.. ) Seems like it’s no longer important as it used to be.

I did not see traffic jam the way I’ve seen it before; which is good; uhmm..maybe.. Or was it not? Where’s everyone goes when Idul Fitri Holiday comes? to the zoo? amusement parks? beaches? c’mon.. The money just can’t go to somewhere else better.., right?

At least; I still see people ask for forgiveness to each other;  hope they really mean that.. Aren’t they?

Is it really what I’ve seen? Or my eyes just fools me again and again?

Still missing something from my usual Idul Fitri; not sure what’s missing, but surely need it to feel the same excitement as I had before..

Getting old or being old? or both?

May 8th, 2007

my god!

kemarin ada temen yang merid dan mengakhiri "petualangan cintanya"..

dan pas kita ke sana, kita pada nyadar..

my god..

kita dah tua yaaa???

hiks..

dah gitu kok masih ada yang tega bilang gw kayak boneka..

(boneka apaan mbak? jelangkung juga termasuk jenis boneka soalnyaaa..)

waaaaa..

we’re getting old and we need something to rely on..

we need somewhere to begin!!!!!

Everybody’s Changing???

March 4th, 2007

Ada pelajaran baru yang saya terima hari ini.

Somehow, ketika seseorang meninggalkan suatu komunitas, kemungkinan dia tidak bisa kembali ke komunitas tersebut dengan berharap mendapatkan perasaan yang sama. Could you explain what I mean?

Well, everybody’s changing.. semua manusia berubah, walau mereka belum tentu menginginkannya.

What happen to me is that when I leave my college community, I swore to my self that I have this special feeling towards several groups of friends. They know who they are.. They’ve been through everything with me. We’ve been together for sometimes.. we’ve laugh together, we’ve fight together, cried together, growing up together (pschycally i mean..), drown together, been facing all kind of storm wether it’s crated by The Mighty Lord or Human (usually our deans.. :P). We’ve been through so much ups and  downs.. tOGETHER!

Then we’re saying goodbye as brothers & sisters.

But now, are we still brothers & sisters??

The answer is Yes, but the feeling is not the same anymore. Not exactly..

And that’s what makes me sad the most.

That’s why this song from Keane always makes me feel crushed inside..

———-

Everybody’s changing – Keane

You say you wander your own land

But when I think about it

I don’t see how you can

You’re aching, you’re breaking

And I can see the pain in your eyes

Says everybody’s changing

And I don’t know why.

So little time

Try to understand that I’m

Trying to make a move just to stay in the game

I try to stay awake and remember my name

But everybody’s changing

And I don’t feel the same.

You’re gone from here

Soon you will disappear

Fading into beautiful light

’cause everybody’s changing

And I don’t feel right.

—————

No I don’t feel  right at all..

I love you guys..

I still do..

All of you will always be special to me, even if you don’t feel the same about me anymore.

(sorry, don’t know why I prefer english to explain my feelings.. maybe the words just a little bit "reachable")

Everybody’s Changing???

March 4th, 2007

Ada pelajaran baru yang saya terima hari ini.

Somehow, ketika seseorang meninggalkan suatu komunitas, kemungkinan dia tidak bisa kembali ke komunitas tersebut dengan berharap mendapatkan perasaan yang sama. Could you explain what I mean?

Well, everybody’s changing.. semua manusia berubah, walau mereka belum tentu menginginkannya.

What happen to me is that when I leave my college community, I swore to my self that I have this special feeling towards several groups of friends. They know who they are.. They’ve been through everything with me. We’ve been together for sometimes.. we’ve laugh together, we’ve fight together, cried together, growing up together (pschycally i mean..), drown together, been facing all kind of storm wether it’s crated by The Mighty Lord or Human (usually our deans.. :P). We’ve been through so much ups and  downs.. tOGETHER!

Then we’re saying goodbye as brothers & sisters.

But now, are we still brothers & sisters??

The answer is Yes, but the feeling is not the same anymore. Not exactly..

And that’s what makes me sad the most.

That’s why this song from Keane always makes me feel crushed inside..

———-

Everybody’s changing – Keane

You say you wander your own land

But when I think about it

I don’t see how you can

You’re aching, you’re breaking

And I can see the pain in your eyes

Says everybody’s changing

And I don’t know why.

So little time

Try to understand that I’m

Trying to make a move just to stay in the game

I try to stay awake and remember my name

But everybody’s changing

And I don’t feel the same.

You’re gone from here

Soon you will disappear

Fading into beautiful light

’cause everybody’s changing

And I don’t feel right.

—————

No I don’t feel  right at all..

I love you guys..

I still do..

All of you will always be special to me, even if you don’t feel the same about me anymore.

(sorry, don’t know why I prefer english to explain my feelings.. maybe the words just a little bit "reachable")

Akar yang Menjadi Alasan

August 13th, 2006

Hei

sebenarnya..

aku pingin pergi jauh..

mulai dari awal..

sendirian

But it’s not possible

ada bakti yang tertunda; ada hutang yang tidak pernah bisa dibalas; ada hal-hal yang tak bisa tak dilakukan; ada akar yang lebih kuat dari apapun; ada rasa yang lebih murni dari cinta yang ditemukan; ada samudera menyejukkan di sini..

di samping ayah-bunda ku

aku tak mau jadi seperti mereka; yang berfikir kewajiban sudah terlunasi hanya dengan kiriman cek; kasih sayang bisa terwakili dengan nominal; dan hutang cinta bisa dibayar sebelum kematian datang..

aku tak bisa seperti mereka ; yang hidup dengan memandang kebutuhan sebagai deretan angka; dan masa bodoh dengan apa yang sebenarnya terjadi..

aku tak mau seperti mereka; yang dengan bangga berkata "aku sudah kirimkan sejumlah … ke rumah" , tanpa mau tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan, dikeluhkan, diinginkan, diperlukan, dirasakan oleh Ayah-Bunda nya.

Ayahku selalu ingin ; dipijatkan kaki kanannya yang sakit karena asam urat; dibuatkan teh hangat manis sore hari; pastry kacang yang dipotong 2 untuk dimakan bersama; dipegangkan ujung tangga saat perlu membetulkan atap rumah; pendengar untuk cerita-cerita masa lalunya; merasa tetap diperlukan anaknya untuk hal apapun, yang sebenarnya sudah bisa kita lakukan sendiri.

Bundaku selalu ingin; membuatkanku minuman begitu aku sampai rumah; membelikanku baju model terbaru yang dilihatnya di kios pasar :) ; sekedar bicara kabar di telepon; nonton tv bareng sampai larut malam; menyimpan setengah apapun yang dirasanya enak untukku; menemaniku mengerjakan apapun yang ku kerjakan; dan memperoleh pendengar untuk keluhan2 batinnya yang terdalam sebagai balasannya.

Mereka adalah akarku; mereka adalah alasanku..

You should understand them

As much as I do, They’re your Parents too..